V
ariasi makanan penutup memang tak pernah berhenti,ada saja hal
hal baru yang belum pernah kita ketahui sebelumnya,baik melalui
pengalaman memasak atau lewat media informasi lainnya,Pastry Chef
Budi asal Rangkas bitung yang kini sedang bekerja di Saint German
Dubai,memiliki trik tersendiri yang mungkin belum banyak diketahui
khalayak umum,dan rahasia ini diberikannya sebagai hadiah bagi
sesama Hotelier tentunya Pastry Chef Junior dan umum,Semuanya
bisa disimak dan dilihat secara gamblang di Majalah Hotelier Indonesia.
Disiplin dan Ketegasan
dalam mengambil keputusan
Senin, 14-02-2006 @ 22:49:13
Kiat
Sukses Chef Eko 
Memang
nasib itu bisa dirubah menjadi lebih baik,jika kita memang menginginkannya
dan mau menjalani konsekuensinya dengan disiplin dan dibarengi dengan
kerja keras,ketekunan dalam terus belajar,membina pergaulan dan
koneksi hubungan kerja yang baik,Mungkin banyak orang mengira kesuksesan
Chef Eko bisa didapatkan begitu saja,namun ternyata perjuangannya
memang sangat berat dan keras.Kisah ini bisa ditiru sebagai motivasi
bagi para juior dalam mengambil keputusan yang tepat dan tegas.Silahkan
hubungi beliau langsung ke chef_eko@yahoo.com,berikut adalah artikel
tentang restaurant wagamama,At Wagamama we like to think of our
dining environment as stylish without being style Conscious - General
Manager Dan Clayton
Wagamama
Wagamama which means a willful/naughty child, at Crowne Plaza Hotel
in Dubai, is a restaurant chain in the style of a Japanese noodle
Few in Dubai would not know or Wagamama? The restaurant, known for
bar. The first Wagamama restaurant opened in 1992 in Bloomsberry
pioneering the use of electronic order pads networked to the kitchen,
is a London. Over the years, the restaurant chain has achieved a
strong
popular choice for diners who look for good, hot food and fast.
corporate identity. Among the restaurant’s readily identifiable
features
are the use of clean tines and color and the consistent application
of its logo. Other features that set Wagamama restaurants apart
are the large tables where customers can sit on either side, the
menu displayed at the entrance and a host who leads diners to their
tables.
Inside Wagamama diners would appreciate the simple, yet classy interior.
Dan Clayton, general manager of Wagamama, Dubai, says, “A
significant element of Wagamama’s broad appeal is the minimalist
interior. We like to think of our dining environment as stylish
without being style conscious.
But while Wagamama’s design concept is easily recognizable
across its many branches or locations, designers of each restaurant
would interpret the interior slightly differently. However they
alt work towards achieving the same design objective and branding.
Clayton says, “Although Wagamama restaurants stemmed from
the concept of the busy and bustling traditional ramen shops with
the design still true to its core, the restaurants have evolved
and adapted to the environment they operate in.”
He adds, in many of our overseas locations, Wagamama may need to
adapt the formula to meet the demands and expectations of (he total
local customer base. For our local guests here in the (JAE, we have
developed smaller capacity tables offering more privacy and comfort
should they require it.
Clayton also describes the restaurant’s design as functional.
“We strive to successfully respond to the functional requirements
of the operation in which there are two user groups who need to
be satisfied — the staff and the customer. The functional
approach of our restaurant design helps us attract customers of
all ages, races, religions and social backgrounds — a truly
egalitarian environment
While Wagamama restaurants are widely appreciated for their interior
design, they are also known for introducing an innovative brand
of service. In addition to the electronic order pads that are a
key to fast service, there are no reservations and customers are
seated on a first-come, first-served basis. If, in any case there
is a queue, don’t fret — the wait, which does not usually
take long — will give you a few extra minutes to go through
the menu.
Chef Eko Zullfikar Assistant Head chef Wagamama’
Source : GULF GOURMET I OCTOBER 2006
Komentar [0]
-- Permalink
Send email to hotelier.indonesia@gmail.com
to order T Shirt Hotelier Indonesia Community

"The
Acesia"
The Acesia
Enlightening People for Better Life,Our Vision: Becoming THE ACE
OF ASIA
for people development
************ *********
********* ********* ********* *********
1. PERSONAL DEVELOPMENT TIPS
B A G A I M A N A A N D
A
M E M A K N A I K E R J
A A N D A ?
"Jika seseorang diberi
tanggung jawab untuk menjadi penyapu jalan, ia
harus melakukan tugasnya seperti apa yang dilakukan oleh pelukis
Michelangelo, atau seperti Beethoven mengkomposisikan musiknya,
atau
seperti Shakespeare menulis sajaknya. Ia harus menyapu jalan
sedemikian baiknya, sehingga semua penghuni surga dan bumi berhenti
sejenak dan berkata, di sini hidup seorang penyapu jalan jempolan
yang melakukan tugasnya dengan baik".
- Martin Luther King -
Pada suatu hari, nampak
tiga orang tukang batu yang sedang
bekerja keras membangun suatu bangunan. Tukang pertama, yang berada
di paling ujung ditanya, "Apa yang sedang anda kerjakan,
dan
bagaimana perasaan anda melakukan kerja ini ?" Dia menjawab
"Saya
sedang menata batu-batu ini menjadi sebuah tembok. Malas juga
sebenarnya melakukan kerja ini. Kalau ada pekerjaan lain yang
lebih
enak, secepatnya saya akan pindah". Tukang kedua, yang berada
di
sebelahnya juga ditanya pertanyaan yang sama, dan dia menjawab
dengan
bersungut-sungut "Saya melakukan suatu tugas senilai 5 dollar
sejam.
Dengan tugas seberat ini dan kami harus melakukannya sepanjang
hari,
seharusnya kami digaji dua kali lipat. Kami merasa hanya sebagai
sapi
perah, dipaksa bekerja keras, dan nantinya mereka yang mendapatkan
hasil paling banyak .....". Tukang ketiga, dengan pertanyaan
yang
sama pula, menjawab "Saya sedang menjadi bagian dari suatu
sejarah,
dimana setiap detil dari bangunan ini akan saya sentuh sehingga
menjadi sempurna. Kelak, apabila bangunan ini sudah jadi, saya
akan
mengajak anak saya berjalan-jalan di depannya, dan bisa berkata
dengan bangga pada anak saya, bahwa dibalik bangunan megah ini,
ada
sentuhan dari ayahnya yang membuatnya menjadi sempurna ........"
Menarik untuk mengambil
makna dari cerita diatas. Jika cerita
tersebut ditarik ke dalam kehidupan karir anda, tukang batu yang
manakah yang mirip dengan situasi anda saat ini ? Type tukang
pertama, adalah mereka yang diistilahkan sebagai OPERATOR. Mereka
akan menjalankan tugas berdasarkan apa yang diperintahkan oleh
atasan, tapi tidak pernah berpikir apa tujuan yang ingin dicapai
dari
apa yang mereka lakukan tersebut. Type tukang kedua, diistilahkan
sebagai MONEY-ACTION VALUATOR, dimana mereka selalu menilai apa
yang
mereka kerjakan dengan sejumlah uang. Seringkali orang-orang seperti
ini mengeluh tentang kecilnya penghasilan mereka dibanding dengan
kerja yang mereka lakukan, tanpa mereka mau melakukan perbaikan.
Dan
type ketiga, adalah seorang VISIONER, dimana mereka bisa melihat
kedepan, manfaat besar apa yang bisa mereka raih dari hal-2 kecil
yang mereka lakukan saat ini.
Sebagai seorang profesional
misalnya, kita mempunyai banyak
rekan kerja yang sama dengan kita. Tapi MAKNA dari pekerjaan yang
kita lakukan setiap hari, akan menggerakkan ATTITUDE kita, dan
memberikan HASIL yang berbeda dalam jangka panjang. Pertanyaan
penting sebelum anda memulai perjalanan karir anda menuju sukses
adalah, apakah pekerjaan yang anda lakukan sekarang merupakan
pekerjaan yang anda dambakan dan senangi ? Adakah rasa bangga
terhadap apa yang anda kerjakan sekarang ? Jika tidak, maka hanya
ada
dua pilihan, yaitu berusaha untuk mencintainya, atau keluar dari
pekerjaan anda sekarang dan mencari pilihan karir lain yang sesuai
dengan keinginan anda. Jika anda memaksakan bekerja di bidang
yang
membuat anda merasa tertekan sepanjang hari, hanya karena tidak
ada
perusahaan lain yang mau menerima anda, maka bersiaplah untuk
menderita lebih lama lagi.
Bagaimana jika kita bekerja
karena uang, bukankah memang uang
adalah salah satu pendorong kita bekerja ? Memang benar. Tapi
kita
juga perlu menyadari bahwa uang adalah HASIL AKHIR dari suatu
tindakan yang kita lakukan sebelumnya. Yang perlu kita renungkan
disini adalah bagaimana attitude kita dalam melakukan tindakan
sehari-
hari, sebelum kita menerima upah kita di akhir bulan.Jika kita
hanya
menyukai uangnya, bukan pekerjaannya, maka kita akan dengan mudah
menyerah dan mungkin mencoba-coba mencari lowongan baru jika merasa
sudah mentok, atau ada halangan yang menghadang di depan.
Orang-orang yang mencintai
pekerjaannya, selalu mencari
tantangan baru di dalam karirnya. Jika mereka merasa tantangan
mereka
di kantor sudah mentok, barulah mereka mencoba mencari hal-hal
baru
yang bisa ditingkatkan dari profesi mereka. Sayang sekali memang,
jumlah orang seperti ini tidak begitu banyak. Kualitas orang seperti
ini begitu menonjol dibanding rekan-rekannya, bahkan kualitasnya
seringkali terdengar hingga keluar perusahaan. sehingga tidak
mengherankan jika banyak perusahaan lain yang juga tertarik dan
berusaha membajaknya untuk pindah ke tempat lain. Dan mereka pun
jika
akhirnya mau berpindah, bukan hanya karena iming-iming uang yang
menggiurkan, tapi karena mereka juga melihat kesempatan di tempat
lain dimana mereka mempunyai peluang untuk menjawab tantangan
yang
lebih besar.
Akhir kata, cobalah untuk
melihat ke dalam diri anda saat
ini. Apakah makna pekerjaan bagi anda saat ini ? Dan termasuk
type
manakah cara kerja anda, operator, money-action valuator, ataukah
visioner ? Belum terlambat untuk mulai berubah dan mencintai
pekerjaan anda, serta melakukan yang terbaik demi kesuksesan karir
anda ke depan. Sukses untuk anda !
SONNY VINN
Motivational Speaker, Associate Partner The Acesia
Penulis buku best seller "SLAM DUNK For SUCCESS"
The Acesia
Enlightening People for Better Life
www.the-acesia. tk
info@the-acesia. com
